BAB
I
PENDAHULUAN
Perseroan Terbatas (PT)
merupakan suatu kesatuan usaha yang dari segi hukum di pisahkan dari
pemiliknya. Karena terpisah dari dari pemiliknya maka kewajiban pemilik
terhadap perusahaannya terbatas sampai jumlah modal yang di setornya. Selain
itu bentuk perseroan memungkinkan untuk mendapatkan modal dari banyak orang,
setiap orang yang menyetor menjadi pemilik dari perseroan tadi. Karena
pemiliknya terdiri dari jumlah yang cukup banyak, maka pengelolaan perseroan
akan diserahkan kepada pihak – pihak lain yang diangkat menjadi pimpinan PT
tersebut. Dengan kata lain yang menjalankan PT adalah orang – orang yang
diangkat oleh pemilik.
Untuk mendapatkan modal, PT
menerima setoran dari pemilik. Sebagai bukti setoran dikeluarkan tanda bukti
pemilikan yang berbentuk saham yang di serahkan kepada pihak – pihak yang
menyetor modal. Pemilik PT merupakan kumpilan pihak – pihak yang mempunyai
saham sehingga disebut pemegang saham. Saham yang di keluarkan oleh PT dapat
dicantumkan nama pemiliknya, disebut saham atas, dapat juga tidak dicantumkan
nama pemiliknya.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.2
Pengertian Saham
Saham dapat didefinisikan
sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang
menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa
besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.
Saham yang merupakan bukti
pemilikan PT mempunyai beberapa hak sebagai berikut :
v Hak
untuk berpartisipasi dalam menentukan arah dan tujuan perusahaan yaitu melalui
hak suara dalam rapat pemegang sah
v Hak
untuk memperoleh laba dari perusahaan dalam bentuk dividen yang dibagi oleh
perusahaan.
v Hak
untuk membeli saham baru yang dikeluarkan perusahaan agar proporsi pemilikan
saham masing – masing pemegang saham dapat tidak berubah.
v Hak
untuk menerima pembagian aktiva perusahaan dalam hal perusahaan dilikuidasi.
Apabila perusaan itu
mengeluarkan satu saham maka seluruh pemegang saham mempunyai hak yang
sama,tetapi bila saham yang dikeluarkan itu lebih dari satu jenis maka yang
diberikan kepada masing – masing jenis berbeda, tergantung pada kontrak
pengeluaran saham yang disetujui.
Dalam akta pendirian
perusahaan disebutkan jumlah lembar saham yang akan dikeluarkan, jumlah yang
sudah disetor dan nilai nominal saham adalah nilai yang tercantum dalam tiap –
tiap lembar saham,yaitu nilai yang ditetapkan untuk masing – masing lembar.
2.2 Jenis
– Jenis Saham
Apabila perusahaan
mengeluarkan satu macam saham maka saham – saham itu disebut saham biasa
(common stock). Apabila saham yang dikeluarkan itu 2 macam,yang satu adalah
saham biasa dan yang lain adalah saham prioritas (preferred stock).Berikut ini
diuraikan mengenai masing – masing jenis saham yaitu :
1.
Saham biasa
Saham biasa adalah saham
yang melunasinya dilakukan dalam urutan yang paling akhir dalam hal perusahaan
dilikuidasi, sehingga risikonya adalah yang paling besar. Karena risikonya
besar, biasanya jika usaha perusahaan berjalan dengan baik maka dividen saham
biasa akan lebih besar daripada saham prioritas.
2.
Saham prioritas
Saham yang mempunyai
beberapa kelebihan, biasanya dihubungkan dengan pembagian deviden dan pembagian
aktiva pada saat perusahaan dilikuidasi. Dalam hal pembagian deviden adalah
bahwa deviden yang dibagi pertama kali harus dibagikan untuk saham prioritas,
kalau ada kelebihan baru dibagikan kepada pemegang saham biasa.
Ada beberapa kelebihan yang
dimiliki saham prioritasnya yaitu :
1.
Saham Prioritas Kumulatif dan tidak Kumulatif
v Saham
prioritas kumulatif: adalah saham prioritas yang devidennya setiap tahun harus
dibayarkan kepada pemegang saham. Jika dalam suatu tahun deviden
tidak dapat dibayar, maka pada tahun-tahun berikutnya deviden yang belum
dibayar harus dilunasi lebih dulu, sehingga dapat mengadakan pembagian deviden
untuk saham biasa.
v Saham
prioritas tidak kumulatif: deviden tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayar
tidak perlu dilunasi pada tahun-tahun berikutnya. Jika akan membayar deviden
untuk saham biasa, kewajibannya hanya membayar deviden saham prioritas untuk
tahun tersebut.
2.
Saham prioritas berpartisipasi dan tidak
berpartisipasi
v Saham
prioritas berpartisipasi adalah : jika saham prioritas berhak atas deviden
dengan jumlah yang sama besar dengan saham biasa sesudah saham biasa mendapat
deviden sebesar persentase deviden saham prioritas.
v Saham
prioritas tidak berpartisipasi adalah: saham prioritas akan mendapat
deviden sampai jumlah tertentu (dinyatakan dalam %) yang ditetapkan sesudah
saham biasa mendapat deviden dengan tarif yang sama dengan saham prioritas.
3.
Saham Prioritas atas aktiva dan dividen pada
saat likuidas
Saham dengan preferensi
seperti ini pada saat likuidas akan tetap menerima dividen yang belum bayar,
walaupun saldo laba tidak dibagi mencukupi. Sesudah pelunasi dividennya, saham
prioritas ini dilunasi. Jika saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi maka
pelunasan dividen dan nominal saham prioritas dilakukan dari modal yang disetor
dari saham yang biasa.
Saham biasa yang
pelunasannya jatuh pada urutan terakhir akan menerima jumlah pengembalian
sebesar sisa modal disetor yang masih ada. Dapat terjadi sisanya nol sehingga
saham biasa tidak memperoleh pengembalian.
4.
Saham prioritas yang dapat ditukar dengan
Saham Biasa
kadang – kadang saham
prioritas mempunyai preferensi dapat ditukar dengan saham biasa pemegang saham
prioritas jenis ini akan menukarkan sahamnya dengan saham biasa dalam keadaan
dividen yang dibagi untuk saham biasa tiap tahunnya lebih besar dari pada
dividen untuk saham prioritas.
Apabila keaadaan seperti
yang disebutkan diatas diperkirakan akan berlangsung terus maka lebih
menguntungkan memiliki saham biasa dari pada saham prioritas karena saham biasa
mempunyai klaim yang tidak terbatas atas laba.
3.2
Proses Terbentuknya Harga Saham
Menurut Sharpe (2000), proses
terbentuknya harga saham dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a.
Demand to Buy Schedule Investor yang hendak membeli
saham akan datang ke pasar saham.
Biasanya mereka akan memakai jasa para broker atau pialang saham. Investor dapat memilih saham mana yang akan dibeli dan bisa menetapkan standar harga bagi investor itu sendiri.
Biasanya mereka akan memakai jasa para broker atau pialang saham. Investor dapat memilih saham mana yang akan dibeli dan bisa menetapkan standar harga bagi investor itu sendiri.
b.
Supply to sell
schedule Investor juga dapat menjual saham ke pasar saham. Investor tersebut
dapat menetapkan pada harga berapa saham yang mereka miliki akan dilepas ke
pasaran. Biasanya harga yang tinggi akan lebih disukai para investor.
c.
Interaction of
Schedule Pertemuan antara permintaan dan penawaran menciptakan suatu titik temu
yang biasa disebut sebagai titik ekuilibrium harga. Pada awalnya perusahaan
yang mengeluarkan saham akan menetapkan harga awal untuk sahamnya. Saham
tersebut kemudian akan dijual ke pasar untuk diperdagangkan. Saat di pasaran,
harga saham tersebut akan berubah karena permintaan dari para investor.
Ekspektasi harga yang dimiliki oleh buyer akan mempengaruhi pergerakan harga
saham yang pada awalnya telah ditawarkan oleh pihak seller. Saat terjadi
pertemuan harga yang ditawarkan oleh seller dan harga yang diminta oleh buyer,
maka akan tercipta harga keseimbangan pasar modal.
4.2 Tujuan
utama akuntansi untuk penerbitan saham adalah:
v untuk
mengidentifikasi sumber modal disetor,
v untuk
tetap membedakan antara modal disetor dan saldo laba
5.2 Penerbitan
Saham Biasa dengan Nilai Nominal secara Tunai
v Dicatat
dengan : mendebet rekening Kas dan mengkredit nilai nominal (rekening Modal
Saham) ke Saham Biasa.
v Apabila
jumlah kas yang diterima dari penjualan saham lebih besar dari nilai nominal
maka agio saham atau tambahan modal Disetor (kredit).
v Apabila
jumlah kas diterima dari penjualan saham lebih kecil dari nilai nominal maka
disagio saham (debet).
Contoh:
Diasumsikan
bahwa Hydro-Slide, Inc, menerbitkan 1.000 saham dengan nilai nominal $1 per
lembar secara tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:
Kas $1.000
Saham
Biasa $1.000
(Mencatat
penerbitan 1.000 saham dengan nilai nominal $1)
Jika
Hydro-Slide menerbitkan tambahan 1.000 saham secara tunai seharga $5 per lembar
dengan nominal $1, maka jurnalnya adalah :
Kas $5.000
Saham
Biasa $1.000
Agio
Saham (Nilai
Nominal) $4.000
(Mencatat
penerbitan tambahan 1.000 saham biasa)
6.2 Penerbitan
Saham Biasa Tanpa Nilai Nominal secara Tunai.
v Saat
saham biasa tidak memiliki nilai nominal namun memiliki nilai yang ditetapkan,
maka ayat jurnal yang dibuat sama seperti yang di ilustrasikan untuk saham
dengan nilai nominal.
v Nilai
yang ditetapkan itu di kreditkan ke akun Saham Biasa. Begitu juga saat harga
jual saham tanpa nilai nominal di atas nilai yang ditetapkan, maka selisihnya
tersebut akan dikreditkan dan nominalnya itu di masukkan ke akun Tambahan Modal
Disetor (Agio Saham).
Contoh:
PT. Teguh Jaya memiliki saham tanpa nilai
nominal dengan nilai yang ditetapkan sebesar $10 dan perusahaan menerbitkan
10.000 saham seharga $12 per lembar secara tunai.
Jurnal
yang dibuat adalah :
Kas $120.000
Saham
Biasa
$ 100.000
Agio
Saham (Nilai
Dinyatakan) $ 20.000
(Mencatat
penerbitan 10.000 saham tanpa nilai nominal dengan nilai yang ditetapkan
sebesar $10)
7.2 Pencatatan
Modal Saham
Untuk dapat melakukan
pencatatan modal saham dengan baik, perlu diketahui istilah – istilah sebagai
berikut :
Ø Modal
saham statuter atau modal saham yang diotorisasi yaitu : jumlah saham yang
dapat dikeluarkan sesuai dengan akte pendirian perusahaan.
Ø Modal
saham yang beredar: jumlah saham yang sudah dijual (beredar).
Ø Modal
saham belum beredar yaitu: jumlah saham yang sudah diotorisasi tetapi belum
dijual.
Ø Treasury
stock yaitu : modal saham yang sudah dijual dan sekarang
dibeli kembali oleh perusahaan
Ø Modal
saham dipesan: jumlah saham yang disisihkan karena sudah dipesan untuk dibeli.
8.2 Penjualan secara Tunai
Saham yang dijual secara
tunai akan dicatat dengan mendebit akun (rekening) kas dan mengkredit rekening
(akun) modal saham. Selisih harga jual saham (perdana) dengan nilai nominalnya
akan dicatat dengan mengkredit rekening agio saham atau mendebit rekening
disagio saham. Jurnal untuk mencatat penjualan saham perdana adalah :
Kas Rp.xxxx
Disagio
Saham Rp.xxxx
Modal
Saham Rp.xxxx
Atau
Kas Rp.xxxx
Modal
Saham Rp.xxxx
Agio
Saham Rp.xxxx
9.2 Penjualan Melalui Pesanan
Kadang – jadang penjualan
saham dilakukan melalui pesanan, yaitu dengan cara dibayar sebagian dan sisanya
akan dilunasi kemudian. Jumlah harga yang belum dilunasi dicatat senagai
piutang pesanan saham,dan jumlah nominal saham yang dipesan dikreditkan
kerekening modal saham di pesan. Apabila harga jual saham tidak sama dengan
nilai nominalnya, selisihnya dicatat dalam rekening agio saham atau disagio
saham pada waktu pesanan itu diterima.
Untuk pemesanan yang sudah
melunasi harga saham maka sahamnya dikeluarkan. Pengeluaran saham ini di catat
dengan mendebit rekening modal saham dipesan dan mengkredit modal saham. Jurnal
untuk mencatat penjualan saham.
Kas Rp.xxxx
Piutang
pesanan
saham Rp.xxxx
Disagio
saham Rp.xxxx
Modal saham
dipesan Rp.xxxx
Atau
Kas Rp.xxxx
Piutang
pesanan saham Rp.xxxx
Modal
saham dipesan Rp.xxxx
Agio
saham Rp.xxxx
Jurnal
untuk mencatat penerimaan piutang :
Kas Rp.xxxx
Piutang
pesanan saham Rp.xxxx
Jurnal
untuk mencatat penyerahan saham :
Modal
saham
dipesan Rp.xxxx
Modal
saham biasa/prioritas Rp.xxxx
10.2 Pembatalan
Pesanan Saham
Saham yang sudah di pesan,
jumlah lembarnya disisihkan tersendiri dan akan di serahkan kepada pemesan bila
harga jual sham sudah dilunasi. Apabila terjadi pemesanan tidak dapat melunasi
kekurangan pembayarannya maka perusahaan dapat mengambil salah satu jalan
sebagai berikut :
Ø Uang
yang sudah diterima dikembalikan kepada pemesan
Jurnalnya :
Modal
saham
dipesan Rp.xxxx
Agio saham biasa/prioritas Rp.xxxx
Kas Rp.xxxx
Piutang
pesanan
saham Rp.xxxx
Ø Uang
yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan sesudah dikurangi biaya atau
kerugian penjualan kembali saham – saham tersebut.
Jurnalnya :
Modal saham
dipesan Rp.xxxx
Agio saham biasa/prioritas Rp.xxxx
Kas Rp.xxxx
Piutang
pesanan
saham Rp.xxxx
Utang
pada
pemesan Rp.xxxx
Kas Rp.xxxx
Ø Utang
yang sudah diterima dianggap hilang (tidak dikembalikan)
Jurnalnya :
Modal saham
dipesan Rp.xxxx
Agio
saham Rp.xxxx -
Modal
dari pembatalan pesanan saham Rp.xxxx
Piutang
pesanan
saham Rp.xxxx
Ø Mengeluarkan
saham yang nilainya sama dengan jumlah uang yang sudah diterima
Jurnalnya :
Modal Saham dipesan Rp.xxxx
Agio
Saham Rp.xxxx
Modal
Saham Rp.xxxx
Piutang
pesanan
saham Rp.xxxx
11.2 Penjualan
Saham secara Lumpsum
Penjualan saham bisa
dilakukan dengan cara penjualan per unit saham. Unit saham ini terdiri
daribeberapa jenis saham. Apabila penjualan dilakukan dengan cara seperti ini
maka penerimaan dari penjualan akan dibagikan untuk setiap jenis saham
tersebut. Metode yang dapat digunakan adalah :
Ø Metode
Intelektual
Ø Metode
Proporsional
Bila harga pasar kedua
jenis saham diketahui maka perhitungannya menggunakan metode Proporsional.
Namun apabila hanya harga salah satu jenis saham saja yang di ketahui maka di
gunakan metode Intelektual.
12.2 Pertukaran
Saham dengan Aktiva selain Kas
kadang – kadang modal saham
dikeluarkan dengan menerima aktiva (selain dari kas). Dalam keadaan seperti ini
besarnya jumlah yang akan di catat dalam rekening modal rekening aktiva
didasarkan pada yang lebih muda ditentukan dari :
v Harga
pasar saham yang di keluarkan
v Nilai
wajar aktiva tang diterima
PSAK No.21 paragraf 13 (f)
menyatakan bahwa saham dicatat berdasarkan nilai wajar aktiva bukan kas yang
diterima (butir b). Apabila kedua penilaian diatas tidak dapat
ditentukan,biaasanya dilakukan terhadap aktiva yang diterima. Penilaian ini
bisa juga dilakukan oleh pimpinan perusahaan. Kecendrungan yang sering terjadi
jika penilaian dilakukan oleh pimpinan perusahaan aadalah menghindari adanya
disagio saham,sehingga aktiva dan modal saham akan dicatat terlalu besar maka
modal saham itu disebut “watered”. Tetapi jika dicatat terlalu kecil
maka neraca yang disusun mengandung “cadangan rahasia”.
Contoh
:
PT Risa Fadila menerbitkan
10.000 lembar saham nominal Rp.1.000,00 per lembar dan ditukar dengan sebuah
gedung.
maka:
maka:
1.
Apabila harga pasar saham tidak
diketahui,tetapi harga pasar gedung diketahui sebesar Rp 15.000.000,00,maka
jurnal yang dibuat adalah :
Gedung Rp.15.000.000,00
Modal
saham Rp.10.000.000,00
Agio
saham Rp. 5.000.000,00
2.
Apabila harga pasar gedung tidak di ketahui
tetapi harga pasar saham diketahui sebesar Rp.14.000.000,00,maka jurnalnya
adalah :
Gedung Rp.14.000.000,00
Modal
saham Rp.10.000.000,00
Agio
saham Rp. 4.000.000,00
3.
Apabila harga pasar saham dan bangunan
keduanya tidak di ketahui dan pimpinan perusahaan menetapkan harga perolehaan
bangunan sebesar Rp.12.500.000,00,maka jurnalnya adalah :
Gedung Rp.12.500.000,00
Modal
saham Rp.10.000.000,00
Agio
saham Rp. 2.500.000,00
13.2 Bonus
yang berupa Saham
Agar penjualan obligasi
atau saham prioritas bisa menarik pembeli,kadang – kadang diberikan sahm biasa sebagai
bonus. Misalnya dalam penjualan 10 lembar saham prioritas nominal @ Rp.1.000,00
diberi bonus 1 lembar saham biasa,nominal Rp.1.000,00. Harga pasar saham
prioritas tanpa bonus = Rp.950,00 per lembar. Jurnal untuk mencatat transaksi
diatas adalah sebagai berikut :
Kas Rp.10.000,00
Disagio saham
prioritas Rp. 500,00
Disagio saham
biasa Rp. 500,00
Modal
saham prioritas Rp.10.000,00
Modal
saham
biasa Rp. 1.000,00
Disagio saham prioritas dan
saham biasa di hitung sebagai berikut :
Nilai nominal saham
prioritas (10
lembar) Rp.10.000,00
Harga pasar saham prioritas
(10
lembar) Rp. 9.500,00
Disagio saham
prioritas Rp. 500,00
Harga jual saham prioritas
plus bonus Rp.10.000,00
Harga pasar saham prioritas
tanpa
bonus Rp. 9.500,00
Nilai ssaham
biasa Rp. 500,00
Nilai nominal saham
biasa Rp. 1.000,00
Disagio saham
biasa Rp. 500,00
14.2 Pencatatan Transaksi Pembelian Saham
Ilustrasi
Tanggal 12 Mei 2013 , PT Serba
Indah membeli 5.000 saham PT. Asia Raya dengan nominal Rp. 10.000
per lembar, harga setiap lembar saham Rp 11.000 provisi dan biaya lainnya Rp.
600.000
Harga perolehan saham dihitung
sbb :
Harga kurs, 5.000 lbr saham x
Rp.
11.000 Rp.
55.000.000,00
Ditambah
Provisi dan biaya
lainnya Rp. 600.000,00
Harga
perolehan Rp.55.600.000,00
Harga perolehan tiap lembar
saham
Rp. 55.600.000,00 = Rp. 11.120
5.000
Berdasarkan perhitungan
diatas jurnal untuk mencatat pembelian saham sbb :
Juli 12’13 Surat
berharga Rp. 55.600.000,00
Kas Rp. 55.600.000,00
15.2
Pencatatan
Transaksi Penjualan Saham
Ilustrasi
Tanggal 20 September 2013 , PT Serba Indah ( pada
contoh diatas ) menjual 3.000 lembar saham PT. Asia Raya yang dibeli 12 Mei
2013 . Harga jual tiap lembar Rp. 12.500,00 provisi dan biaya lainnya Rp.
400.000,00
Laba rugi dari penjualan saham
diatas, dihitung sebagai berikut :
Harga kurs, 3000 x Rp.
12.500,00 Rp.
37.500.000,00
Provisi dan biaya
lainya (
Rp. 400.000,00 )
Hasil penjualan
bersih Rp.
37.100.000,00
Harga perolehan saham yang
dijual
3.000 lbr x Rp.
11.120,00 Rp.
33.360.000,00 (-)
Laba penjualan surat
berharga Rp. 3.740.000,00
Berdasarkan perhitungan diatas
jurnal untuk mencatat penjualan saham sbb :
Sept 20’13
Kas Rp.
37.100.000,00
Surat
Berharga Rp.
33.360.000,00
Laba
Penjualan Surat
Berharga Rp. 3.740.000,00
Catatan:
Pencatatan
transaksi pembelian dan penjualan saham diatas, tampak bahwa akun “ Surat
Berharga” didebet dengan harga perolehan saham yang dibeli dan dikredit dengan
harga perolehan saham yang dijual, sehingga saldo akun tersebut menunjukan
harga perolehan saham yang masih ada.
16.2 Perlakuan
terhadap Agio atau Disagio Saham yang Dijual
Dalam hal penjualan saham
dengan harga di atas atau di bawah nilai nominal,maka selisih itu akan dicatat
didalam rekening giro atau disagio saham. Rekening (akun) agio saham dipakai
untuk mencatat kelebihan harga di atas nilai nominalnya sedang rekening disagio
saham dipakai untuk mencatat kekurangan harga dari nilai nominal saham.
Rekening – rekening agio atau disagio saham adalah rekening yang menunjukan
modal yang disetor dari pemegang saham,oleh karena itu selama saham – saham
tersebut masih beredar maka rekening itu juga akan nampak dalam neraca. Didalam
neraca rekening agio saham merupakan pengurangan terhadap rekening modal saham.
Apabila saham yang beredar ditarik,maka rekening agio dan disagio saham yang
berhubungan dengan saham tersebut dibatalkan.
17.2 Pungutan
Tambahan atas Saham (Assessments)
Dalam suatu keadaan
tertentu perusahaan bisa mengadakan pungutan tambahan kepada para pemegang
saham. Pencatatn terhadap pungutan tambahan ini tergantung pada harga jual
saham – saham tersebut. Apabila saham – saham itu dulu dujual dibawah nominal
(dengan disagio) maka pungutan tambahan yang dikenakan kepada para pemegang
saham di catat sebagai berikut :
Kas Rp.xxxx
Disagio
saham Rp.xxxx
Rekening giro saham akan di
kredit maksimum sebesar disagio yang timbul dari penjualan saham. Jika pungutan
lebih besar dari pada disagio maka selisihnya akan dikreditkan kerekening modal
pungutan tambahan. Tetapi apabila penjualan saham dulunya tidak dibawah nominal
maka pungutan tadi semuanya akan dikreditkan kerekening modal pungutan
tambahan.
BAB
II
PENUTUP
Saham dapat didefinisikan
sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang
menerbitkan surat berharga tersebut.
Apabila perusaan itu
mengeluarkan satu saham maka seluruh pemegang saham mempunyai hak yang
sama,tetapi bila saham yang dikeluarkan itu lebih dari satu jenis maka yang
diberikan kepada masing – masing jenis berbeda, tergantung pada kontrak
pengeluaran saham yang disetujui.
Dalam akta pendirian
perusahaan disebutkan jumlah lembar saham yang akan dikeluarkan, jumlah yang
sudah disetor dan nilai nominal saham adalah nilai yang tercantum dalam tiap –
tiap lembar saham,yaitu nilai yang ditetapkan untuk masing – masing lembar.











